Heater pada thermal oil adalah komponen utama dalam sistem pemanas fluida termal yang menggunakan heat transfer oil (HTO) sebagai media penghantar panas, bukan air atau uap. Sistem ini banyak digunakan di industri yang membutuhkan panas stabil dan temperatur tinggi hingga 300–400 °C, tanpa tekanan tinggi seperti pada steam boiler.
Proses Pembakaran
Bahan bakar (solar, gas, batubara, atau biomassa) dibakar di dalam furnace. Panas dari hasil pembakaran ini dipindahkan ke pipa coil yang berisi thermal oil.
Sirkulasi Minyak
Thermal oil dipompa secara sirkulatif melewati coil pemanas. Minyak menyerap panas hingga mencapai temperatur yang diinginkan.
Distribusi Panas
Minyak panas kemudian dialirkan ke peralatan proses industri (seperti dryer, oven, reactor, atau heat exchanger) untuk memberikan energi panas.
Kembali ke Heater
Setelah panasnya ditransfer ke peralatan, thermal oil kembali lagi ke heater untuk dipanaskan ulang.
Direct Fired Heater
Menggunakan burner langsung pada furnace.
Umum digunakan di pabrik makanan, kimia, aspal, dan tekstil.
Indirect Heater (Hot Oil Heater)
Panas ditransfer melalui media perantara (biasanya gas buang atau elemen pemanas).
Lebih aman pada aplikasi yang sensitif terhadap api langsung.
Electric Heater
Menggunakan elemen pemanas listrik.
Cocok untuk area tanpa ketersediaan bahan bakar fosil.
Kelebihan Thermal Oil Heater Dibandingkan Steam Boiler
Temperatur tinggi tanpa tekanan tinggi → lebih aman.
Efisiensi panas lebih baik karena tidak ada kehilangan energi akibat kondensasi.
Perawatan lebih mudah → tidak memerlukan pengolahan air umpan seperti pada boiler.
Umur operasi lebih panjang jika thermal oil dijaga kualitasnya.
Heater thermal oil banyak dipakai di berbagai bidang:
Alfiasta Jaya Heater merupakan toko online yang dibuat khusus untuk Pelanggan guna mendapatkan informasi tepat serta sebagai sarana pembelian secara online.
08.00 - 17.00 WIB Senin- Sabtu Minggu Libur
+628970877425 (chat only)
alfiasta2019@gmail.com